Webinar Diskusi Kepustakawanan : Transformasi Perpustakaan Dan Pengelolaan Koleksi Digital, Jakarta, 25 Juni 2020

Bidang Pengolahan Bahan Pustaka, Pusat Pengembangan Koleksi dan Pengolahan Bahan Pustaka, Perpustakaan Nasional RI hari Kamis, 25 Juni 2020, mengadakan acara Webinar Diskusi Kepustakawanan dengan tema Transformasi Perpustakaan dan Pengelolaan Koleksi Digital. Tema ini merupakan tindak lanjut dari webinar sebelumnya dan masih berkaitan dengan koleksi perpustakaan yang semakin bervariasi. Hal tersebut menuntut pustakawan untuk terus bertransformasi supaya tetap dapat memberikan layanan yang terbaik dengan menyediakan semua sumber dan jenis informasi yang dibutuhkan oleh masyarakat.

Webinar ketiga ini menghadirkan narasumber dari dalam dan luar lingkup Perpustakaan Nasional. Narasumber pertama ialah Bapak Yogi Hartono yang merupakan Kepala Perpustakaan dan Arsip Digital CNN Indonesia serta memberikan materi tentang transformasi perpustakaan dan pengelolaan aset digital. Sementara narasumber kedua ialah Bapak Destiya Puji Prabowo yang merupakan pustakawan di Bidang Pengolahan Bahan Pustaka. Beliau membawakan materi tentang Katalogisasi Koleksi Digital iPusnas. Diskusi dibuka dan dipandu oleh moderator, Ibu Indreswari Nurmalia Sulasmi.

Sebagai pemateri pertama, Bapak Yogi Hartono menjelaskan beberapa tugas dan peran beliau sebagai Digital Aset Manajer. Ada pergeseran/shifting untuk peran pustakawan di lembaga media yang bertugas dalam mengelola aset digital. Menurut Bapak Yogi, sebagai digital aset manajer, mengelola aset/konten digital memerlukan skill/peran baru yang bisa diterapkan. Beliau menjelaskan secara singkat skill tersebut dengan Rumus SAPI yang meliputi S (storage/penyimpanan), A (akses data),  P (preservasi), dan I (ingest/ proses upload data menjadi digital). Jika dibandingkan dengan perpustakaan/arsip pada umumnya, aset digital tidak mengenal retensi (pemusnahan) karena aset digital tersebut dapat digunakan kembali ketika suatu saat dibutuhkan.

Untuk materi Katalogisasi Koleksi Digital iPusnas oleh Bapak Destiya, beliau menjelaskan apa itu iPusnas, dan bagaimana cara kita mengolah informasi yang ada di iPusnas ke dalam OPAC Perpustakaan Nasional. iPusnas sendiri merupakan aplikasi Perpustakaan Digital yang menggunakan teknologi DRM (Digital Right Management), sehingga koleksi di dalamnya  hanya dapat digunakan melalui aplikasi iPusnas. Bapak Destiya juga menerangkan jika kita ingin mengatalog koleksi digital, perlu diketahui asal usul koleksi digital tersebut, apakah koleksi tersebut merupakan Remote Access (memerlukan akses internet) atau Direct Access (dapat diakses langsung layaknya CD ROM, flashdisk) serta apakah koleksi tersebut Born Digital (terlahir langsung dengan dua versi tercetak dan digital) atau Counterpart (koleksi tersebut awalnya hanya tersedia dengan bentuk tercetak, namun koleksi tersebut bermitra dengan penerbit koleksi digital untuk dibuatkan versi digitalnya). Setelah mengetahui bagaimana kondisi dari koleksi digital tersebut, kita bisa mengolahnya sesuai dengan peraturan-peraturan yang berlaku.

Setelah penyampaian materi oleh narasumber, peserta webinar disediakan waktu untuk berdiskusi. Acara ini berlangsung selama dua jam, dari jam 9.00 hingga 11.00 WIB serta ditutup oleh Bapak Suharyanto selaku Kepala Bidang Pengolahan Bahan Pustaka. Di akhir webinar beliau menyampaikan akan kembali menyelenggarakan webinar yang akan dirutinkan sebulan sekali. Webinar ini juga masih memanfaatkan aplikasi Zoom Cloud Meetings sebagai sarana komunikasi antar pustakawan. 

 

Kegiatan webinar melibatkan panitia kecil seperti Riki Setia Budi, M. Ansyari Tantawi N, Patria Nuryanti, dan Rizky Catur Utomo sebagai meeting host, Putu Handira Prawijaya, S.Komp. sebagai pembuat publikasi, Ahmad Riyadi sebagai pembawa acara, serta M. Irfan Sugiyanto sebagai pembaca doa. (ARK)

 

 

 

 

Comments


Tambah Komentar


Silahkan Login Dulu

Login

Sidebar Menu