Workshop Pedoman Pengatalogan Deskriptif Berbasis RDA di Pontianak - Kalimantan Barat

Perpustakaan Nasional (Perpusnas) melalui unit kerja Pusat Pengembangan Koleksi dan Pengolahan Bahan Pustaka melakukan kegiatan Workshop Pedoman Pengatalogan Deskriptif Berbasis Resources Descriptions and Access (RDA) yang telah dilaksanakan pada tanggal 28 Maret 2019 di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Kalimantan Barat. Kegiatan ini merupakan salah satu cara yang dilakukan oleh Perpusnas dalam membina seluruh perpustakaan provinsi di Indonesia khususnya dibidang pengorganisasian informasi bahan perpustakaan.

Kegiatan ini dibuka oleh Kepala Dinas (Kadis) Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Kalimantan Barat, Bapak Ignatius Ik, SH., M.Si., sekaligus memberikan paparan mengenai Arah Kebijakan Pengembangan Bidang Perpustakaan Provinsi Kalimantan Barat tahun 2019. Beliau menyampaikan bahwa pemerataan perpustakaan, kemudahan akses, serta kualitas dan kuantitas koleksi yang tersedia harus segera dilakukan agar pemustaka dalam hal ini masyarakat di Kalbar bisa mendapatkan pengetahuan yang cukup agar mampu berpikir dan bertindak secara kreatif dan inovatif menuju kesejahteraan yang berkelanjutan.

Paparan Bapak Kadis ini sejalan dengan materi yang disampaikan oleh narasumber yang dihadirkan dari Perpusnas adalah Dra. Sri Mulyani, M.Si yang menyampaikan kebijakan penerapan RDA di Indonesia, R.Deffi Kurniawati, S.Sos., M.Hum. yang menyampaikan materi Pengorganisasian Informasi Bahan Perpustakaan, dan Destiya P. Prabowo, M.Hum. yang membawakan materi Pengantar RDA serta dilanjutkan dengan praktik menggunakan aplikasi Perpusnas yaitu INLISLite v.3.1 berbasis RDA.

Berbicara tentang koleksi perpustakaan maka tidak terlepas dari bagaimana pustakawan dapat menyediakan akses seluas-luasnya kepada pemustaka untuk dapat mendayagunakan koleksi tersebut. Dalam Undang-undang Nomor 43 tahun 2007 tentang Perpustakaan disebutkan bahwa koleksi perpustakaan adalah semua informasi dalam bentuk karya tulis, karya cetak, dan/atau karya rekam dalam berbagai media yang mempunyai nilai pendidikan, yang dihimpun, diolah, dan dilayankan. Dengan demikian agar koleksi perpustakaan dapat dilayankan kepada pemustaka maka terlebih dahulu harus diolah. Salah satu standar yang digunakan dalam pengolahan bahan perpustakaan, yaitu  Resource Description and Access (RDA).

Workshop ini dihadiri oleh 70 orang pustakawan se Provinsi Kalimantan Barat. Para Pustakawan sangat antuisias dalam mengikuti acara ini. Beberapa peserta menyampaikan bahwa mereka sangat ingin segera menerapkan RDA ini di perpustakaan yang mereka kelola. (Destiya, 2019)

Comments


Tambah Komentar


Silahkan Login Dulu

Login

Sidebar Menu