Amir Hasan Kiai Bondan

Kiai Amir Hasan bin Kiai Bondan Kejawan (lahir di Marabahan10 Februari 1882 – tanggal meninggal belum diketahui) adalah pemerhati sejarah dan penulis buku-buku sejarah Kalimantan.

Termasuk putera Banjar pertama yang memasuki sekolah Europese Lagere School (ELS) tahun 1893, kemudian melanjutkan ke STOVIA namun tidak tamat.

Sebagai seorang tokoh pergerakan, budayawan dan wartawan maka Amir Hasan Bondan sering menulis di media cetak. Bukunya berjudul “Suluh Sedjarah Kalimantan” terbitan Fadjar Banjarmasin tahun 1953, merupakan buku yang “wajib” dijadikan rujukan bagi siapa saja yang ingin menulis sejarah dan kebudayaan Banjar. Di antaratulisan Hasan Bondan yang menarik adalah yang pernah terbit di surat kabar Indonesia Merdeka edisi Nomor 99 Tahun ke VII, Sabtu 28 April 1951 berjudul “Pers di Kalimantan”, isinya menceritakan sekilas perkembangan pergerakan tahun 1920-an. Tulisannya itu berasal dari tulisan sebelumnya yang pernah terbit dalam majalah yang ia pimpin yakni majalah Malam Djoema’at tanggal 24 November 1927 dengan judul “Perasaan Bandjar Totok”

Karya

  1. Suluh Sedjarah Kalimantan, Fadjar, Bandjarmasin (1953)
  2. Pers di Kalimantan (1951)
  3. Perasaan Bandjar Totok (1927)

Nama Lahir : Kiai Amir Hasan bin Kiai Bondan Kejawan
Lahir : Marabahan, Indonesia, 01 January 1970 ( Umur 50 )
Pekerjaan : pemerhati sejarah dan penulis
Tahun aktif : 1927-1950
Situs web : https://id.wikipedia.org/wiki/Amir_Hasan_Kiai_Bondan

Sidebar Menu