Apito Lahire

Apito Lahire (lahir di TegalJawa Tengah9 Desember 1974; umur 45 tahun) adalah seorang aktivis sastra dan teater di Jawa Tengah. Sejak duduk di bangku SMA dia telah menulis puisi, cerpen, cerbung, monolog, dan naskah drama. Kemampuannya lebih terasah setelah belajar di ASDRAFI dan ISI Yogyakarta. Sepulang dari kota budaya itu, ia segera "mencangkul ladang kreativitas" dengan mendirikan KST - Teater Pawon bersama Julis Nur Hussein, Ufti Adenda Aulia dan beberapa rekan lainnya. Menyutradai dan bermain dalam pentas Teater Pawon berjudul The Tragedy of Peace, Sungsang, The Sound Millenium Man, dan Waiting for What (1999-2001). Tahun 1999 ia pernah melakukan teater jalanan (happening art) sejauh 15 km dari Monumen GBN Procot Slawi sampai ke Balai Kota Tegal berjudul Kesaksian Dara Perempuanku.

Mendapat beasiswa ketika kuliah di ISI. Belajar kabuki (teater tradisional Jepang) pada Prof. Muriyama di YokohamaJepang. Deklamasi puisi jalanan dan happening art-nya dijadikan objek studi oleh Prof. Dr. Richard Curtis dari Northen Territory University (NTU) DarwinAustralia (2002). Ditetapkan sebagai sutradara terbaik dalam Festival Nasional Monolog Putu Wijaya yang diselenggarakan oleh STSI Bandung (2003). Apito tinggal di Langgen 1/1 Talang, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah.

Karya

Beberapa antologi yang memuat puisinya antara lain:

  1. Nyanyian Fajar (Teater Kene Bali, 1993)
  2. Serayu, Getar II, Jentera Terkasa (1998)
  3. Juadah Pasar (2001)
  4. Perjumpaan (Lare’s Dramatic Tegal, 2002)
  5. Ning (Sanggar Purbacaraka Fakultas Sastra Universitas Udayanana Bali2002).
  6. Mung: Antologi Puisi Tiga Penyair Lintas Pantura, bersama Julis Nur Hussein dan Usman Didi Khamdani (2004)

Nama Lahir : Apito Lahire
Lahir : Tegal, Jawa Tengah, 09 December 1974 ( Umur 45 )
Pekerjaan : Sastrawan
Tahun aktif : 1993-sekarang
Situs web : https://id.wikipedia.org/wiki/Apito_Lahire

Sidebar Menu