Daeng Kanduruan Ardiwinata (Alm)

Daeng Kanduruan Ardiwinata adalah seorang Nasionalis, Agamis, dan Sastrawan Sunda. Ia merupakan seorang guru bahasa, ahli bahasa, pendiri dan Ketua Paguyuban Pasundan, serta Redaktur Balai Pustaka. Walaupun ayahnya keturunan Bugis, tetapi hal itu tidak membatasi kecintaannya pada sastra Sunda. Ia pengarang roman pertama dalam bahasa Sunda.

Daeng Kanduruan lahir di Bandung pada tahun 1866 dan meninggal di Tasikmalaya pada tahun 1947. Ayahnya yang bernama Baso Daeng Passau alias Daeng Sulaeman merupakan suku Bugis.

Karya

  1. Tatakrama oerang Soenda, 1910.
  2. Baruang ka nu ngarora, 1966.
  3. Tata bahasa Sunda.
  4. Dongeng-dongeng Soenda, 1910.
  5. Tri wangsa, 1921.
  6. Soendaasch spel- en leesboekje, 1926.
  7. Serat sabda rahajoe, 1911.
  8. Sakola noe lolong di Bandoeng djeung kasakit nj?ri mata anoe matak lolong.
  9. Pemimpin bagi orang jang hendak memilih pentjaharian.
  10. Dari hal pertanaman teboe dan fabriek goela: terkoetip dari karangganja toean Mr. A. Neijtzell de Wilde, leeraar disekolah hakim, 1912.
  11. Pemerintahan Nederland dengan Hindia: terkoetip dari boekoe-boekoe wet dan lainnja, 1913.

Nama Lahir : Daeng Kanduruan Ardiwinata
Lahir : Bandung, Jawa Barat, 01 January 1970 ( Umur 50 )
Pekerjaan : guru bahasa, ahli bahasa, pendiri dan Ketua Paguyuban Pasundan, serta Redaktur Balai Pustaka
Tahun aktif : 1910-1947
Situs web : https://id.wikipedia.org/wiki/Daeng_Kanduruan_Ardiwinata

Sidebar Menu