Han Gagas

Han Gagas (lahir di PonorogoJawa Timur21 Oktober 1977; umur 42 tahun) adalah sastrawan dan penulis berkebangsaan Indonesia. Nama aslinya, Rudy Hantoro, mulai dikenal melalui karya-karyanya berupa artikel dan esei pendidikan yang dipublikasikan di Bernas dan dalam buku McDonaldisasi Pendidikan Tinggi (Penerbit Kanisius Yogyakarta; 2002, ed. Heru Nugroho). Dia kemudian menulis cerita pendek dengan nama pena Han Gagas yang disiarkan di surat kabar/majalah seperti HorisonKompasKoran TempoRepublikaNovaSuara MerdekaLampung PostKedaulatan RakyatKoran MerapiMinggu Pagi, dan Femina. Karya-karyanya dikaji dalam sejumlah skripsi, riset/jurnal, ada pula yang diapresiasi dalam bentuk musikalisasi, dan film pendek. Ia pernah terpilih sebagai peserta Borobudur Writers and Cultural Festival ke-5, promising writer di Banjarbaru Rainy Day Literary Festival, 2018 dan Festival Sastra Bengkulu, 2019. Selama dua bulan, pada 16 Januari sampai dengan 10 Maret 2019, dia menjalani residensi kepenulisan di Yerusalem, dan melakukan presentasi tentang karyanya dan sastra Indonesia di Hebrew University of Jerusalem.

Masa kecil dan remaja Han Gagas dilewati di Kabupaten Ponorogo yang sering menggelar kesenian Reog Ponorogo, bahkan di depan rumahnya sendiri. Pengalaman di masa kecil hingga remaja inilah yang akhirnya menjadi inspirasi utama penulisan novel pertamanya, Tembang Tolak Bala, sebuah novel yang menggabungkan unsur budaya, mistis, dan sejarah. Hans sempat belajar Manajemen Sumberdaya Ilmu Perairan di Universitas Brawijaya Malang selama satu tahun untuk kemudian pindah ke Teknik Geodesi, Universitas Gadjah Mada Yogyakarta, lulus tahun 2003.

Dia, beberapa kali, menjadi juri termasuk juri Kompetisi Bahasa Indonesia Tingkat Internasional yang diselenggarakan Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Sebelas Maret Surakarta pada tahun 2016 dan 2017, juga menjadi pembicara sastra di kampus yang sama dan tempat lain. Ia telah menerbitkan enam buah buku, berupa biografi, kumpulan cerpen, dan novel. Karya-karyanya kerap mengangkat persoalan kelam 1965 dan juga tema kegilaan, gangguan jiwa, dan skizofrenia hingga melahirkan buku-buku; Catatan Orang Gila (kumpulan cerpen), novel Orang-orang Gila, dan Percakapan 2 Perasaan (kumpulan cerpen). Naskah novelnya berjudul Kecubung Wulung yang menggabungkan unsur budaya Jawa, mistis dan sejarah akan segera diterbitkan. Saat ini, dia sedang mengerjakan sebuah memoar tentang Yerusalem.

Karya

  1. Sang Penjelajah Dunia (biografi, Jakarta: Republika, 2010).
  2. Tembang Tolak Bala (novel, Yogyakarta: LKiS, 2011).
  3. Ritual (cerpen, Yogyakarta: Gembring, 2012).
  4. Catatan Orang Gila (cerpen, Jakarta: Gramedia Pustaka Utama, 2014).
  5. Orang-orang Gila (novel, Yogyakarta: Buku Mojok, 2018).
  6. Percakapan 2 Perasaan (cerpen, Yogyakarta: Basabasi, 2019).
  7. Jack dan Si Gila (novel, Yogyakarta: Rua Aksara, 2020)

Nama Lahir : Rudy Hantoro
Lahir : Ponorogo, Indonesia, 21 October 1977 ( Umur 43 )
Pekerjaan : Sastrawan, Penulis dan pengamat budaya
Tahun aktif : 2001-2020
Situs web : https://id.wikipedia.org/wiki/Han_Gagas

Sidebar Menu