Isman H. Suryaman

Isman Hidayat Suryaman (lahir di KarawangIndonesia1 Juli 1976; umur 44 tahun) adalah seorang penulis serta pelawak tunggal Indonesia. Pria kelahiran KarawangJawa Barat ini adalah penulis humor Indonesia yang piawai menggelitik urat tawa dengan menggunakan humor pengamatan. Ciri karyanya terlihat dalam sentilan pada berbagai pola pikir atau pengkondisian sosial di Indonesia. Ia juga tak ragu untuk menertawakan diri dalam tulisannya.

Pada September 2004, Isman menerbitkan buku pertamanya, Bertanya atau Mati, sebuah kumpulan esai humor yang mengajak pembacanya untuk berpikir dan tertawa. Ia percaya bahwa dua aktivitas tersebut (berpikir dan tertawa) tidak saling bertolak belakang. Menurutnya, "Seperti politikus dan kepedulian terhadap rakyat. Sama-sama dua hal yang tampak jarang berpadu, tetapi sebenarnya bisa."

Bersama sang istri yang juga penulis, Primadonna Angela, Isman menerbitkan buku keduanya, Jangan Berkedip, sebuah kumpulan flash fiction, cerita yang sangat pendek. Bahkan ada ceritanya yang hanya berisi satu kata.

Masih dengan gaya humor, ia menuliskan buku ketiganya, 7 Dosa Besar Penggunaan PowerPoint. Buku ini menyentil berbagai salah praktik presentasi yang terlalu mengandalkan perangkat lunak seperti PowerPoint, Impress, atau Keynote, sehingga "merupakan ajang pertempuran antara penyaji yang tidak kompeten melawan hadirin yang ingin kabur". Buku ini dipilih menjadi 1 dari 3 buku nonfiksi terbaik tahun 2007 versi pembaca Ruang Baca Koran Tempo.

Pada Ubud Writers and Readers Festival 2007, Isman terpilih sebagai salah satu penulis tuan rumah. Bertanya atau Mati bahkan disebut-sebut di kalangan panitia seleksi sebagai "Parasit Lajang versi Laki". Dalam festival sastra bergengsi ini, Isman menjadi salah satu panelis dalam topik "The Art of Satire". Penampilannya sebagai komedian solo (stand-up comedian) di Jazz Cafe Bali juga mendapatkan sambutan hangat.

Saat ditanya mengapa memilih berdomisili di Bandung, ia menjawab, "Di kota ini banyak orang yang senasib, sering kesulitan membedakan mana kiri dan kanan." Ia pun menertawakan latar belakangnya yang lulusan Teknik Informatika ITB tetapi kalau ditanya umur saja harus menghitung dulu pake jari.

Oksimoron adalah novel pertama dan buku kelimanya. Lalu bersama istri sempat menjadi editor pemerolehan naskah untuk sejumlah buku, di antaranya Nguping Jakarta dan Ocehan Si Mbot. Lalu berkolaborasi bersama dengan 3 orang komika, Sammy NotaslimboyMiund, dan Andi Gunawan, menerbitkan buku Saya Cinta Indonesia: Ocehan Komika Tentang Kelucuan di Negerinya, seiring berkembangnya stand up comedy di Indonesia. Kini, Isman juga aktif sebagai penulis skenario untuk serial TV (dari Malam Minggu Miko hingga Comic Story) maupun film layar lebar.

Pada tahun 2012, Isman mengundurkan diri dari jabatannya sebagai direktur utama sebuah perusahaan konsultasi teknologi informasi, untuk fokus menjadi penulis dan komedian.

Karya

  1. 2004 - Bertanya Atau Mati
  2. 2006 - Jangan Berkedip!, dengan Primadonna Angela
  3. 2007 - 7 Dosa Besar (Penggunaan) Power Point
  4. 2008 - Parodi Seru: 15 Skenario Gokil
  5. 2008 - Ocehan si Mbot: Gilanya Orang Kantoran, sebagai penyunting, untuk penulis Agung Nugroho
  6. 2009 - Kopi Merah Putih, sebagai penyunting, untuk penulis dengan pseudonim Indonesia Anonymus
  7. 2010 - Oksimoron
  8. 2011 - Nguping Jakarta, sebagai penyunting (bersama Primadonna Angela) untuk penulis dengan pseudonim Kuping Kiri dan Kuping Kanan
  9. 2012 - Saya Cinta Indonesia: Ocehan Komika Tentang Kelucuan di Negerinya, dengan Sammy NotaslimboyMiund, dan Andi Gunawan

Nama Lahir : Isman Hidayat Suryaman
Lahir : Karawang, Indonesia, 01 July 1976 ( Umur 44 )
Pekerjaan : Penulis, Pelawak tunggal
Tahun aktif : 2004-sekarang
Situs web : https://id.wikipedia.org/wiki/Isman_H._Suryaman

Sidebar Menu