Lie Kim Hok (Alm)

Lie Kim Hok (Hanzi???PinyinL? J?nfú, lahir di BogorJawa Barat1 November 1853 – meninggal di Batavia -sekarang Jakarta6 Mei 1912 pada umur 58 tahun), adalah seorang penulis Indonesia, perintis Sastra Melayu Tionghoa yakni Masa Rintisan (1875-1895), pada periode ini telah ditulis karya-karya sastra berbahasa Melayu Rendah baik oleh orang-orang Belanda maupun Tionghoa peranakan. Namun hasilnya masih berupa terjemahan atau saduran dari karya-karya sastra barat atau Tiongkok. Termasuk dalam periode ini adalah Lie Kim Hok.Lahir di Buitenzorg (sekarang Bogor), Jawa Barat, Lie menempuh pendidikan formalnya di sekolah-sekolah misionaris dan pada 1870-an ia dapat berbicara dalam bahasa SundaMelayu, dan Belanda, meskipun ia tak dapat memahami bahasa Mandarin. Pada pertengahan 1870-an, ia menikah dan mulai bekerja sebagai penyunting selama dua periode yang dipublikasikan oleh gurunya dan mentornya D. J. van der Linden. Lie meninggalkan posisi tersebut pada 1880. Istrinya wafat pada tahun berikutnya. Lie menerbitkan buku-buku pertamanya, termasuk yang diklaim sebagai syair Sair Tjerita Siti Akbari dan buku tata bahasa Malajoe Batawi, pada 1884. Ketika van der Linden wafat pada tahun berikutnya, Lie baru mencetak surat kabar tersebut dan membuka perusahaannya sendiri.

Selama dua tahun, Lie menerbitkan sejumlah buku, termasuk Tjhit Liap Seng, yang dianggap sebagai novel Melayu Tionghoa pertama. Ia juga mendapatkan hak pencetakan untuk Pembrita Betawi, sebuah surat kabar yang bermarkas di Batavia (sekarang Jakarta), dan berpindah ke kota tersebut. Setelah menjual percetakan surat kabarnya pada 1887, selama tiga tahun penulis tersebut mengambil berbagai pekerjaan sampai ia menemukan pekerjaan tetap pada 1890 di sebuah penggilingan yang dioperasikan oleh seorang temannya. Pada tahun berikutnya, ia menikahi Tan Sioe Nio, keduanya kemudian memiliki empat anak. Lie menerbitkan dua buku pada 1890-an dan, pada 1900, ia menjadi anggota pendiri sebuah organisasi Tionghoa yang bernama Tiong Hoa Hwe Koan, yang ia tinggalkan pada 1904. Lie berfokus pada penerjemahan dan karya sosial pada sisa-sisa hidupnya, sampai kematiannya karena tifus pada usia 58 tahun.

Lie dianggap mempengaruhi jurnalisme, linguistik, and sastra di koloni tersebut. Menurut sarjana Malaysia Ahmad Adam, ia paling diingat karena karya-karya sastranya. Beberapa tulisannya telah dicetak beberapa kali, dan Sair Tjerita Siti Akbari diadapsi menjadi drama panggung dan film layar lebar. Namun, sebagai hasil dari politik bahasa di Hindia Belanda dan Indonesia saat merdeka, karya-karyanya digabungkan. Ketika beberapa tulisannya yang terungkap sebagai adaptasi karya yang ada tanpa disebutkan namanya, Lie dikritik karena karyanya tidak asli. Walaupun begitu, Kritikus lainnya menemukan bukti inovasi dalam gaya penulisan dan penanganan alurnya.

Karya

Puisi

  • Sair Tjerita Siti Akbari. Batavia: W. Bruining & Co. 1884. (200 halaman dalam 2 jilid)
  • Orang Prampoewan. Buitenzorg: Lie Kim Hok. 1885. (4 halaman dalam 1 jilid)

Fiksi

  • Sobat Anak-anak. Buitenzorg: Zending Pers. 1884. (kumpulan cerita anak-anak; 40 halaman dalam 1 jilid)
  • Tjhit Liap Seng. Batavia: Lie Kim Hok. 1886. (novel; 500 halaman dalam 8 jilid)
  • Dji Touw Bie. Batavia: Lie Kim Hok. 1887. (novel; 300 halaman dalam 4 jilid)
  • Nio Thian Lay. Batavia: Lie Kim Hok. 1887. (novel; 300 halaman dalam 4 jilid)
  • Lok Bouw Tan. Batavia: Lie Kim Hok. 1887. (novel; 350 halaman dalam 5 jilid)
  • Ho Kioe Tan. Batavia: Lie Kim Hok. 1887. (novelette; 80 halaman dalam 1 jilid)
  • Pembalasan Dendam Hati. Batavia: Hoa Siang In Kiok. 1905. (novel; 239 halaman dalam 3 jilid)

Non-fiksi

  • Kitab Edja. Buitenzorg: Zending Pers. 1884. (38 halaman dalam 1 jilid)
  • Malajoe Batawi. Batavia: W. Bruining & Co. 1885. (116 halaman dalam 1 jilid)
  • Aturan Sewa-Menjewa. Batavia: Lie Kim Hok. 1886. (bersama W. Meulenhoff; 16 halaman dalam 1 jilid)
  • Pek Hauw Thouw. Batavia: Lie Kim Hok. 1886.
  • Hikajat Khonghoetjoe. Batavia: G. Kolff & Co. 1897. (92 halaman dalam 1 jilid)
  • Dactyloscopie. Batavia: Hoa Siang In Kiok. 1907.

Nama Lahir : Lie Kim Hok
Lahir : Buitenzorg, Hindia Belanda, 01 January 1970 ( Umur 50 )
Pekerjaan : Penulis, jurnalis
Tahun aktif : 1870-an – 1912
Situs web : https://id.wikipedia.org/wiki/Lie_Kim_Hok

Sidebar Menu