Pramoedya Ananta Mastoer (Alm)

Pramoedya dilahirkan di Blora pada tahun 1925 di jantung Pulau Jawa, sebagai anak sulung dalam keluarganya. Ayahnya adalah seorang guru, sedangkan ibunya seorang penjual nasi. Nama asli Pramoedya adalah Pramoedya Ananta Mastoer, sebagaimana yang tertulis dalam koleksi cerita pendek semi-otobiografinya yang berjudul Cerita Dari Blora. Karena nama keluarga Mastoer (nama ayahnya) dirasakan terlalu aristokratik, ia menghilangkan awalan Jawa "Mas" dari nama tersebut dan menggunakan "Toer" sebagai nama keluarganya. Pramoedya menemJakarta selama pendudukan Jepang di Indonesia

Karya

  1. Sepoeloeh Kepala Nica (1946), hilang di tangan Penerbit Balingka, Pasar Baru, Jakarta, 1947[1]
  2. Kranji–Bekasi Jatuh (1947), fragmen dari Di Tepi Kali Bekasi.
  3. Perburuan (1950), pemenang sayembara Balai Pustaka, Jakarta, 1949 (dicekal oleh pemerintah karena muatan komunisme).
  4. Keluarga Gerilya (1950).
  5. Tikus dan Manusia (1950), karya John Steinbeckyang diterjemahkan oleh Pramoedya Ananta Toer.
  6. Kembali pada Tjinta Kasihmu (1950), karya Leo Tolstoy yang diterjemahkan oleh Pramoedya Ananta Toer.
  7. Subuh: Tjerita-Tjerita Pendek Revolusi (1951), kumpulan 3 cerpen.
  8. Percikan Revolusi (1951), kumpulan cerpen.
  9. Mereka yang Dilumpuhkan (I & II) (1951).
  10. Bukan Pasar Malam (1951).
  11. Di Tepi Kali Bekasi (1951), dari sisa naskah yang dirampas Marinir Belanda pada 22 Juli 1947.
  12. Dia yang Menyerah (1951), kemudian dicetak ulang dan dimasukkan dalam kumpulan cerpen Cerita dari Blora.

Nama Lahir : Pramoedya Ananta Mastoer
Lahir : Blora, Jawa tengah, 06 February 1925 ( Umur 95 )
Pekerjaan : Novelis, esais
Tahun aktif : 1946-2006
Situs web : https://id.wikipedia.org/wiki/Pramoedya_Ananta_Toer

Sidebar Menu