Sapardi Djoko Damono

Masa mudanya dihabiskan di Surakarta (lulus SMP Negeri 2 Surakarta tahun 1955 dan SMA Negeri 2 Surakarta tahun 1958). Pada masa ini, SDD sudah menulis sejumlah karya yang dikirimkan ke majalah-majalah. Kesukaannya menulis ini berkembang saat ia menempuh kuliah di bidang Bahasa Inggris di Universitas Gadjah MadaYogyakarta.

Tahun 1973, SDD pindah dari Semarang ke Jakarta untuk menjadi direktur pelaksana Yayasan Indonesia yang menerbitkan majalah sastra Horison. Sejak tahun 1974, ia mengajar di Fakultas Sastra (sekarang Fakultas Ilmu Budaya) Universitas Indonesia, tetapi kini telah pensiun. SDD pernah menjabat sebagai dekan FIB UI periode 1995-1999 dan menjadi guru besar. Pada masa tersebut, SDD juga menjadi redaktur majalah Horison, Basis, Kalam, Pembinaan Bahasa Indonesia, Majalah Ilmu-ilmu Sastra Indonesia, dan country editor majalah Tenggara di Kuala Lumpur. Saat ini SDD aktif mengajar di Sekolah Pascasarjana Institut Kesenian Jakarta sambil tetap menulis fiksi maupun nonfiksi.

Sapardi Djoko Damono banyak menerima penghargaan. Pada tahun 1986, SDD mendapatkan anugerah SEA Write Award. Ia juga penerima penghargaan Achmad Bakrie pada tahun 2003. Ia adalah salah seorang pendiri Yayasan Lontar. Ia menikah dengan Wardiningsih dan dikaruniai seorang putra dan seorang putri.

 

Sajak-sajak Sapardi telah diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa, termasuk bahasa daerah. Ia tidak saja aktif menulis puisi, tetapi juga cerita pendek. Selain itu, ia juga menerjemahkan berbagai karya penulis asing, menulis esai, serta menulis sejumlah kolom/artikel di surat kabar, termasuk kolom sepak bola. Beberapa puisinya sangat populer dan banyak orang yang mengenalinya, seperti "Aku Ingin" (sering kali dituliskan bait pertamanya pada undangan perkawinan), "Hujan Bulan Juni", "Pada Suatu Hari Nanti", "Akulah si Telaga", dan "Berjalan ke Barat di Waktu Pagi Hari". Kepopuleran puisi-puisi ini sebagian disebabkan musikalisasi oleh mantan-mantan mahasiswanya di FIB UI, yaitu Ags Arya DipayanaUmar MuslimTatyana SoebiantoReda Gaudiamo, dan Ari Malibu. Dari musikalisasi puisi yang dilakukan mantan-mantan mahasiswa ini, salah satu album yang terkenal adalah oleh Reda dan Tatyana (tergabung dalam duet "Dua Ibu"). Selain mereka, Ananda Sukarlan pada tahun 2007 juga melakukan interpretasi atas beberapa karya SDD.

Karya

  1. Duka-Mu Abadi (1969)
  2. Lelaki Tua dan Laut (1973; terjemahan karya Ernest Hemingway)
  3. Mata Pisau (1974)
  4. Sepilihan Sajak George Seferis (1975; terjemahan karya George Seferis)
  5. Puisi Klasik Cina (1976; terjemahan)
  6. Lirik Klasik Parsi (1977; terjemahan)
  7. Dongeng-dongeng Asia untuk Anak-anak (1982, Pustaka Jaya)
  8. Perahu Kertas (1983)
  9. Sihir Hujan (1984; mendapat penghargaan Puisi Putera II di Malaysia)
  10. Water Color Poems (1986; translated by J.H. McGlynn)
  11. Suddenly The Night: The Poetry of Sapardi Djoko Damono (1988; translated by J.H. McGlynn)
  12. Afrika yang Resah (1988; terjemahan)
  13. Mendorong Jack Kuntikunti: Sepilihan Sajak dari Australia (1991; antologi sajak Australia, dikerjakan bersama R:F: Brissenden dan David Broks)
  14. Hujan Bulan Juni (1994)
  15. Black Magic Rain (translated by Harry G Aveling)
  16. Arloji (1998)
  17. Ayat-ayat Api (2000)
  18. Pengarang Telah Mati (2001; kumpulan cerpen)
  19. Mata Jendela (2002)
  20. Ada Berita Apa hari ini, Den Sastro? (2002)
  21. Membunuh Orang Gila (2003; kumpulan cerpen)
  22. Nona Koelit Koetjing: Antologi cerita pendek Indonesia Periode Awal (1870an - 1910an)" (2005; salah seorang penyusun)
  23. Mantra Orang Jawa (2005; puitisasi mantera tradisional Jawa dalam bahasa Indonesia)
  24. Before Dawn: The Poetry of Sapardi Djoko Damono (2005; translated by J.H. McGlynn)
  25. Kolam (2009; kumpulan puisi)
  26. Sutradara Itu Menghapus Dialog Kita (2012; kumpulan puisi)
  27. Namaku Sita (2012; kumpulan puisi)
  28. The Birth of I La Galigo (2013; puitisasi epos "I La Galigo" terjemahan Muhammad Salim, kumpulan puisi dwibahasa bersama John McGlynn)
  29. Hujan Bulan Juni: Sepilihan Sajak (edisi 1994 yang diperkaya dengan sajak-sajak sejak 1959, 2013; kumpulan puisi)
  30. Trilogi Soekram (2015; novel)
  31. Hujan Bulan Juni (2015; novel)
  32. Melipat Jarak (2015, kumpulan puisi 1998-2015)
  33. Suti (2015, novel)
  34. Pingkan Melipat Jarak (2017;novel)
  35. Yang Fana Adalah Waktu (2018;novel)

Nama Lahir : Sapardi Djoko Damono
Lahir : Surakarta, Indonesia, 20 March 1940 ( Umur 80 )
Pekerjaan : Sastrawan
Tahun aktif : 1958 - sekarang
Situs web : https://id.wikipedia.org/wiki/Sapardi_Djoko_Damono

Sidebar Menu