Seno Gumira Ajidarma

Seno Gumira Ajidarma (lahir di BostonAmerika Serikat19 Juni 1958; umur 60 tahun) adalah penulis dari generasi baru di sastra Indonesia. Beberapa buku karyanya adalah Atas Nama MalamWisanggeni—Sang BuronanSepotong Senja untuk PacarkuBiola tak BerdawaiKitab Omong KosongDilarang Menyanyi di Kamar Mandi, dan Negeri Senja.

Dia juga terkenal karena dia menulis tentang situasi di Timor Timur tempo dulu. Tulisannya tentang Timor Timur dituangkan dalam trilogi buku Saksi Mata (kumpulan cerpen), Jazz, Parfum, dan Insiden (roman), dan Ketika Jurnalisme Dibungkam, Sastra Harus Bicara (kumpulan esai). Pada 2014, dia meluncurkan blog bernama PanaJournal - www.panajournal.com tentang human interest stories bersama sejumlah wartawan dan profesional di bidang komunikasi.

Seno Gumira Ajidarma adalah putra dari Prof. Dr. M.S.A Sastroamidjojo, seorang guru besar Fakultas MIPA Universitas Gadjah Mada [4]. Tapi, lain ayah, lain pula si anak. Seno Gumira Ajidarma bertolak belakang dengan pemikiran sang ayah.

Setelah lulus SMP, Seno tidak mau melanjutkan sekolah. Terpengaruh cerita petualangan Old Shatterhand di rimba suku Apache, karya pengarang asal Jerman Karl May, dia pun mengembara mencari pengalaman. Seperti di film-film: ceritanya seru, menyeberang sungai, naik kuda, dengan sepatu mocasin, sepatu model boot yang ada bulu-bulunya. Selama tiga bulan, ia mengembara di Jawa Barat, lalu ke Sumatera. Sampai akhirnya jadi buruh pabrik kerupuk di Medan. Karena kehabisan uang, dia meminta uang kepada ibunya. Tapi, ibunya mengirim tiket untuk pulang. Maka, Seno pulang dan meneruskan sekolah.

Ketika SMA, ia sengaja memilih SMA Kolese De Britto yang boleh tidak pakai seragam. Komunitas yang dipilih sesuai dengan jiwanya. Bukan teman-teman di lingkungan elite perumahan dosen Bulaksumur (UGM), rumah orangtuanya. Tapi, komunitas anak-anak jalanan yang suka tawuran dan ngebut di Malioboro.Dia juga ikut teater Alam pimpinan Azwar A.N selama 2 tahun.

Tertarik puisi-puisi karya Remy Sylado di majalah Aktuil Bandung, Seno pun mengirimkan puisi-puisinya dan dimuat. Teman-teman Seno mengatakan Seno sebagai penyair kontemporer. Seno tertantang untuk mengirim puisinya ke majalah sastra Horison.Kemudian Seno menulis cerpen dan esai tentang teater.

Pada usia 19 tahun, Seno bekerja sebagai wartawan, menikah, dan pada tahun itu juga Seno masuk Institut Kesenian Jakarta, jurusan sinematografi.[4]

Dia menjadi seniman karena terinspirasi oleh Rendra yang santai, bisa bicara, hura-hura, nyentrik, rambut boleh gondrong.

Sampai saat ini Seno telah menghasilkan puluhan cerpen yang dimuat di beberapa media massa. Cerpennya Pelajaran Mengarang terpilih sebagai cerpen terbaik Kompas 1993. Buku kumpulan cerpennya, antara lain: Manusia Kamar (1988), Penembak Misterius (1993), Saksi Mata (l994), Dilarang Menyanyi di Kamar Mandi (1995), Sebuah Pertanyaan untuk Cinta (1996), Iblis Tidak Pernah Mati (1999). Karya lain berupa novel Matinya Seorang Penari Telanjang[ (2000). Pada tahun 1987, Seno mendapat Sea Write Award. Berkat cerpennya Saksi Mata, Seno memperoleh Dinny O’Hearn Prize for Literary, 1997.

Pada tahun 2008 ia, bersama Linda Christanty dan Kris Budiman, didapuk menjadi juri Sayembara Novel Dewan Kesenian Jakarta (DKJ).

Kesibukan Seno sekarang adalah membaca, menulis, memotret, jalan-jalan, selain bekerja di Pusat Dokumentasi Jakarta-Jakarta.[5] Juga kini ia membuat komik. Baru saja ia membuat teater. Sekarang Seno menjadi Rektor di Institut Kesenian Jakarta sejak 2016 dan tetap menjadi dosen di Fakultas Film dan Televisi.

Karya

CERITA PENDEK

 

  1. Dunia Sukab
  2. Penembak Misterius
  3. Negeri Kabut
  4. Matinya Seorang Penari Telanjang
  5. Iblis Tidak Pernah Mati
  6. Atas Nama Malam
  7. Aku Kesepian Sayang, Datanglah menjelang Kematian
  8. Kematian Donny Osmond
  9. Sepotong Senja Untuk Pacarku
  10. Dilarang Menyanyi di Kamar Mandi
  11. Saksi Mata
  12. Sebuah Pertanyaan Untuk Cinta
  13. Linguae

 

ROMAN

  1. Jazz, Parfum dan Insiden
  2. Negeri Senja
  3. Biola Tak Berdawai
  4. Kitab Omong Kosong
  5. Kalatidha
  6. Wisanggeni Sang Buronan
  7. Nagabumi 1 : Jurus Tanpa Bentuk
  8. Nagabumi 2 : Buddha, Pedang dan Penyamun Terbang

 

NON-FIKSI

  1. Ketika Jurnalisme Di Bungkam Sastra Harus Bicara
  2. Layar Kata
  3. Kisah Mata
  4. Surat Dari Palmerah
  5. Sembilan Wali dan Siti Jenar

 

KOMIK

  1. Sukab Intel Melayu: Misteri Harta Centhini
  2. Jakarta 2039
  3. Taxi Blues
  4. Panji Tengkorak: Kebudayaan Dalam Perbincangan

PUISI

  1. Mati Mati Mati (1975 )
  2. Bayi Mati (1978 )
  3. Catatan-catatan Mira Sato (1978 )

Nama Lahir : Seno Gumira Ajidarma
Lahir : Boston, USA, 19 June 2018 ( Umur 0 )
Pekerjaan : Wartawan, Penulis, Dosen, Fotografer
Tahun aktif : 1988 - Sekarang
Situs web : perpusnas.go.id
Anda Pengunjung ke :

Sidebar Menu